Review Redmi Note 2 The Best Value Phablet

240

Redmi Note 2 yang saya review kali ini dibeli lewat OLX, dengan harga Rp 2.235.000,-. Garansi distributor Wii selama satu tahun.

Sebagai catatan, Xiaomi kembali mencetak sejarah dengan penjualan Redmi Note 2. Di hari pertama Redmi Note 2 dijual, 800 ribu unit ludes. Hingga Lei Jun yakin jika di kuartal pertama 2016, total penjualan Redmi Note 2 lebih dari 10 juta unit.

Kenapa Redmi Note 2 bisa laris manis ? Kombinasi performa tangguh dan harga murah adalah jawaban yang paling tepat. Pada jumpa pers yang dilakukan Xiaomi saat Redmi Note 2 muncul, mereka menampilkan slide presentasi skor benchmark yang bikin merinding. Skornya melewati Mi 4i. Kelasan Redmi lewati flagship, ini baru sesuatu.

Sebelum review dilakukan, ada beberapa hal yang harus dilakukan terkait dengan Redmi Note 2 yang kebetulan beli dari jalur distributor.

Box dan Desain

Redmi Note 2 yang saya dapatkan dikemas dengan box konvensional khas Xiaomi yang dibuat dari bahan daur ulang. Di dalamnya ada buku manual, satu unit Redmi Note 2, satu unit kepala charger, dan satu unit kabel data.

Melihat desainnya, tidak banyak berbeda dengan varian Redmi lainnya. Body dengan material plastik, tapi kini hadir dengan sentuhan matte. Tapi jika dibandingkan dengan abangnya, Redmi Note 2 hadir lebih tipis, sekaligus lebih pendek. Dengan diagonal layar tetap sama, 5.5 inci.

Di panel depan menemani layar ada kamera 5MP. Lengkap dengan tombol navigasi dengan aksen merah. Kenapa warnanya merah, lain tidak sebagai penanda, bahwa ini adalah varian Redmi.

Bagian belakangnya yang kebetulan berwarna dark grey terbuat dari plastik dengan polesan matte. Mudah untuk dilepas saat hendak memasang kartu memori dan memasang dual sim card. Juga di bagian belakang, ada kamera 13 MP yang dilengkapi led flash. Bersama dengan speaker yang ada di bawah logo MI berwarna silver.

Menengok ke bagian atas, selain port Audio, juga ada sensor infra merah. Jika di panel sebelah kiri bersih tanpa tombol apapun, maka di panel sebelah kanan ada tombol volume dan tombol power.

Kinerja

Mencari kombinasi smartphone yang bisa menunjang pekerjaan itu mudah. Tapi jika mencari yang bisa diajak “bekerja” dan “bermain” akan sulit. Sulit karena biasanya, harga device Android yang punya dua faktor tersebut relatif mahal.

Tapi ceritanya akan lain dengan Redmi Note 2. Dengan harga yang relatif terjangkau, performa yang diberikan sangat memuaskan.

Saya terbiasa melihat device itu punya performa memuaskan cukup dari sejauh mana device tersebut mampu memainkan game-game terkini. Seperti halnya dengan Redmi Note 2 yang saya pegang saat ini. Begitu barangnya singgah di meja, hal pertama yang dilakukan setelah mengupdatenya ke MIUI 7 Beta adalah download tiga game yang dikenal cukup berat.

Unkilled, Need for Speed No Limits dan Dungeon Hunter 5.

Khusus judul game terakhir, Dungeon Hunter 5, sudah dimainkan sejak menggunakan Mi 4i.

Proses “bermain” pun dimulai. Hasilnya memuaskan. Saat bermain Dungeon Hunter 5, banyak detail dan spesial efek bermunculan. Menyelesaikan dungeon atau sekedar raid, jadi lebih nyaman. Padahal, baru sadar belakangan, Redmi Note 2 belum di setting pada modus performance. Memang terjadi crash, tapi sepertinya itu datang dari server DH 5, karena saat crash terjadi, karakter Kafu yang dimainkan dalam posisi yang lengang.

Screenshot_com.gameloft.android.ANMP.Gloft5DHM_2015-10-09-20-46-41
Dungeon Hunter 5

Sukses dengan Dungeon Hunter 5, uji coba Redmi Note 2 dilanjutkan dengan game Unkilled, terbaru dari Madfinger. Karakteristik dari game Unkilled menyesuikan dengan performa yang dimiliki device yang memainkannya (auto detect). Game ini bisa dimainkan dengan lancar tanpa kecuali. Penasaran, mode auto detect dimatikan, dan ubah setting detail game ke high. Voila ! Unkilled masih bisa dimainkan dengan baik. Meski terasa ada sedikit lag, tapi minor.

Terakhir adalah game dari EA, Need For Speed: No Limits. Detail mobil tampak dengan jelas, berikut dengan pantulan dari environment yang ada saat game sedang dimainkan.

Buat saya, cukup dengan memainkan tiga game ini, sudah bisa dilihat kemampuan dari Redmi Note 2. Karena pada prinsipnya, device yang bisa digunakan maksimal saat main game tentu bisa menunjang urusan pekerjaan dengan mudah. Tapi tidak berlaku sebaliknya.

Apa yang membuat Redmi Note 2 jadi tangguh ?

Meski ini baru pertama, penggunaan chipset MediaTek Helio X10 MT6795 punya andil besar. Chipset ini dilengkapi dengan CPU 64 bit, 8 core, Cortex A53 dengan clock 2 GHz. Dengan GPU PowerVR G6200 clock 700 Mhz. Kekuatan chipset Helio X10 dipadupadan dengan RAM 2 GB dengan storage 16 GB, jika dirasa kurang lega, tambahkan microSD.

Biar tambah lengkap, kita selingi dengan uji aplikasi Antutu Benchmark. Pada posisi storage sudah terisi beragam game, foto dan lagu. Skor Antutu yang dihasilkan 48K. Test dilakukan dengan posisi Redmi Note 2 ada pada Performance mode.

Screenshot_com.antutu.ABenchMark_2015-10-11-06-13-50

Berkat performanya, membuat proses jelajah MIUI 7 di Redmi Note 2 terasa sangat nyaman dan responsif. Berganti dari satu aplikasi, ke aplikasi lainnya nyaris tanpa lag. Browsing dengan Chrome, sembari berBBM, dengan beberapa aplikasi berjalan di background, dan pemutar musik aktif, cuma masalah kecil di Redmi Note 2.

Ah, apa jadinya mereka yang menggunakan Redmi Note 2 Prime yang dilengkapi Helio X10, tadi dengan clock CPU 2.2 GHz (MT6795T). Kalau penasaran, harga distributornya ada di rentang Rp 2.7 Jutaan.

Kamera

Mengoperasikan kamera di Redmi Note 2 sangat mudah. Mengandalkan gesture, cukup geser ke kiri untuk memilih satu dari 12 filter yang akan digunakan pada objek foto. Jika ingin mengoperasikannya dengan cara manual, tinggal geser ke kanan. Selain opsi manual, juga terdapat beberapa fitur lain, seperti Panorama, Beautify, juga Timer.

Oh iya, untuk memberikan “kekayaan” pada objek, dengan mudah kita bisa memilih fitur HDR (High Dynamic Range), agar si objek terlihat lebih “dalam.”

Yang paling seru sebenarnya adalah saat mengoperasikan kamera sebagai perekam video. Terlebih pada part Slow Motion Video. Acara membuat kopi pun terasa begitu “bermakna.”

Kalau mau sabar, masih ada fitur Time Lapse yang bisa kita gunakan untuk merekam momen dalam rentang waktu panjang. Khusus part yang ini belum sempat dicoba.

Tuh kan jadi lupa, kamera belakang Redmi Note 2 ini punya resolusi 13 MP. Sementara di bagian depan, ada kamera dengan resolusi 5 MP.

IMG_20151011_060354_HDR.compress
HDR On
HDR Off
HDR Off

Multimedia

Tanpa perlu menginstal aplikasi video dari Play Store, pemutar Video bawaan dari MIUI sudah cakap mengolah koleksi film dengan format MKV atau WMV. Kekurangannya, tidak ada fitur untuk menampilkan subtitle. So untuk part yang ini, mau tidak mau, balik ke MX Player :D.

Aplikasi pemutar musiknya juga seru. Jarang-jarang kita bisa mendengar musik di Android sambil bubling lirik lagi di dalam hati. Ya. Fitur ini sudah ada cukup lama di MIUI, salah satu nilai tambah. Untuk mencari cover album ataupun lirik lagu juga bukan perkara sulit.

Screenshot_2015-10-07-09-04-04Bagaimana dengan output suara. Hmm, jawabannya kembali ke selera masing-masing. Karena beda telinga, beda selera. Kalau saya, saat mendengarkan lagu cenderung lebih suka dengan karakteristik bass yang kentara. Earphone yang digunakan, kebetulan memang pas disandingkan dengan lagu-lagu yang “bass minded.” Bakal bubar tiap kali bertemu dengan lagu-lagu berkarakter akustik.

Alhasil, lagu yang di putar adalah salah satu lagu dari Armin Van Buuren, DJ kesohor asal negeri Belanda. Tanpa mengotak-atik setting apapun yang muncul saat memasangkan ear phone, kualitas suaranya yang dihasilkan cukup memuaskan.

Spesifikasi

Berikut ini adalah detail spesifikasi dari Redmi Note 2.

[table id=3 /]

Disclaimer: Meski data ini diambil dari hasil analisis lewat uji Antutu dan dikalibrasi dengan beragam sumber, read-mi.com tetap tidak bisa menjamin data detail spesifikasi ini 100% benar.

Kesimpulan

Dengan harga Rp. 2 Jutaan, Xiaomi memanjakan siapa saja yang menginginkan gadget dengan performa terbaik. Tiga game berat sanggup dilumat tanpa kecuali, angka skor Antutu di 48K, pengalaman multitasking yang responsif adalah beberapa alasan yang cukup untuk kita melakukan upgrade gadget. Tapi jangan main game di bawah sinar matahari. Selain panas, layarnya tidak sanggup berbicara banyak, lain halnya dengan layar punya Mi 4i.

Opini Kamu

Please enter your comment!
Please enter your name here