Review Meizu m2

1617

Bahasa desain atau design language, sebenarnya cukup memusingkan, karena background setiap orang terhadap apa yang disebut desain bagus berbeda-beda. Dahulu produk-produk China (sebenarnya masih berlangsung sampai sekarang), punya design language yang berbeda dengan produk global. Harus ada sesuatu yang “mengkilap” , glow, silver, emas, yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan bagi yang memakainya. Sedangkan bahasa desain global sekarang lebih kepada aliran yang simpel, minimalis, dan banyak menuntut desain yang ergonomis.

Banyak produk dari China yang sekarang mencoba menjadi brand global, sudah mementingkan desain yang lebih umum dan mudah diterima oleh banyak orang, dibanding desain yang hanya bisa diterima sebagian orang. Kalau dulu fungsi dianggap paling penting dan desain adalah nomer kesekian, sekarang desain menjadi salah satu hal penting yang turut menentukan hype nya sebuah device.

Meizu dari line up nya terlihat menempatkan desain sebagai prioritas dan menganut design language global. Pada seri affordable Meizu M2, walau tidak terbuat dari bahan metal, casing polycarbonate unibody nya terlihat bergaya minimalis, dengan built quality yang bagus dan presisi,  tidak sedikit pun terlihat seperti smartphone dengan harga murah.

banner

Karena lebih diperuntukkan untuk anak muda, ada 2 warna standar disediakan, putih dan abu-abu, dan dua  lagi dengan warna pop up, biru dan pink.

Lekukan body belakangnya dibuat dalam “sudut” yang pas, sehingga ketika diletakkan diatas meja, body Meizu M2 seolah-olah lebih tipis dari aslinya, walau sebenarnya tebal 8.7mm bisa dikatakan sudah masuk kategori smartphone yang tipis.

1 COMMENT

  1. Waah…makasih atas reviewnya, Saya sedang memesan meizu m2.
    Kira- kira, adakah kelemahan dari device ini selain sim card slot yang tidak bisa di sandingkan bersamaan dengan sd card?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here