Walau Apple sedang untung terus, tahun ini mereka memangkas produksi iPhone hingga 10% pada kuartal pertama (Q1) tahun ini. Hal tersebut karena penjualan iPhone 7 dan 7 Plus tidak sesuai harapan.
Hal ini dihitung berdasarkan kalkulasi Nikkei terhadap pasokan bahan baku iPhone 6s di akhir 2015. Berdasarkan perhitungan tersebut pada September lalu Apple mulai memangkas produksi iPhone 7 hingga 20%.
Belum lagi Presiden terpilih Donald Trump mengancam perusahaan teknologi agar membuka pabrik di Amerika Serikat, ini menambah kekhawatiran Apple kedepannya. Tanpa kasus Trump pun saham Apple sempat turun sebesar 1 persen pada perdagangan minggu lalu.
Permintaan konsumen memang tinggi tapi target juga ditinggikan sehingga Apple harus lebih bijak dalam mengatur produksinya.
Baca juga: Apple akhirnya buka pabrik di India