Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
Ilustrasi Ninja Pengawas Bioskop
Apakah Anda membenci orang yang mengaktifkan telepon seluler, mengirim pesan singkat atau malah menelepon selama pertunjukan film di bioskop?
Jikapun Anda merasa sangat terganggu dengan aktivitas tersebut, Anda tidak akan bisa berbuat apa-apa selain menggerutu, atau jika memiliki keberanian, memarahi sang pelaku.
Hal ini disebabkan karena bioskop-bioskop di Indonesia memang memiliki pengawasan yang sangat lemah, sehingga kegiatan mengaktifkan telepon seluler tidak pernah mendapat teguran dari petugas bioskop.
Terlebih dengan budaya menonton pertunjukan rata-rata penduduk Indonesia yang buruk.
Tapi apa yang dilakukan oleh pengelola bioskop The Prince Charles Cinema terhadap penonton yang gemar beraktivitas melalui telepon seluler selama pertunjukan, bisa dijadikan referensi oleh bioskop kita.
Bioskop The Prince Charles Cinema yang berpusat di Leicester Square, London, tersebut mempekerjakan seorang relawan dengan menggunakan kostum produksi sebuah perusahaan bernama Morphsuits.
Morphsuits adalah sebuah perusahaan yang berpusat di Edinburgh, Skotlandia. Produk utama perusahaan ini adalah pakaian ketat berbahan spandex yang disebut "zentai". "Zentai" ini menutupi seluruh tubuh, dari kepala hingga ke ujung kaki.
'Zentai" produksi Morphsuits ini terdiri dari bermacam desain, bahan dan warna.
Para relawan berbalut kostum "zentai" berwarna senada dengan ruangan gelap bioskop itu akan mengendap-endap bak ninja dan akan akan muncul dari keremangan ruang bioskop untuk menghentikan aktivitas orang yang asyik dengan telepon selulernya.
Ide menggunakan "ninja" untuk menghentikan kegiatan "telepon seluler ria" tersebut, datang dari salah satu pendiri perusahaan Morphsuits, Gregor Lawson.
Gregor Lawson mengaku sebagai penggemar berat menonton di bioskop. Dan ia akan merasa sangat terganggu ketika keasyikannya menonton terganggu orang yang berbicara.
" Saya adalah penggemar aktivitas menonton di bioskop. Tapi ada semacam ketidaknyamanan yang tak bisa diungkapkan, jika Anda menonton film di bioskop bersama beberapa orang yang tidak mengerti. Lalu ada beberapa pengguna produk kami yang membahas soal ninja di laman Facebook kami," ungkap Gregor soal ide awal memakai "jasa ninja" di dalam bioskop.
Dari diskusi yang dilakukan oleh para pengguna produk Morphsuits di laman Facebook itulah, Gregor menemukan ide.
"Dari diskusi itu saya pikir saya menemui momentum eureka. Lalu saya menemui pihak bioskop dan mengajukan ide yang saya lihat bisa memberikan bantuan kepada para penggemar menonton di bioskop, " jelas Gregor.
Tapi pertanyaan yang kemudian timbul adalah apakah cara "ninja" tersebut efektif menghentikan kegiatan "bertelepon seluler ria" di bioskop?
Situs SlashFilm mendapat kesaksian dari salah satu "pelaku". Apa yang dilakukan "ninja" terhadapnya ternyata membawa sebuah dampak.
" Saya biasanya membenci orang yang ribut selama menonton di bioskop, tapi suatu hari saya mendapat telepon dari seorang teman saat film yang saya tonton baru saja dimulai. Saya berpikir untuk menerima telepon di luar ruangan bioskop, tetapi tiba-tiba dua orang berpakaian warna gelap muncul di kursi kami dan member peringatan agar saya dan rekan saya untuk diam," ujar sang saksi seperti dikutip oleh SlashFilm.
Sang "korban ninja"tersebut mengaku bahwa perlakuan sang ninja membuatnya terdiam sepanjang film.
" Awalnya saya merasa ketakutan melihat dua "ninja" itu. Tapi kemudian saya sadar bahwa apa yang saya lakukan (membiarkan telepon menyala selama menonton bioskop) , punya pengaruh kepada penonton di sekelilingku. Saya kemudian terdiam sepanjang film, " papar sumber yang tidak dicantumkan namanya tersebut.
Setiap relawan "ninja" pengawas bioskop tersebut mendapat imbalan berupa menonton gratis.
Tertarik mencoba di bioskop kita?
(tz/bc)
Komentar