Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
Rilis Song Book Laskar Pelangi
Laskar Pelangi terus mendapat ruang apresiasi setelah dipindahkan ke medium film, pertunjukan musikal hingga ke serial.
Dalam serial Laskar Pelangi yang ditayangkan di SCTV di sekitar bulan Januari lalu tersebut, juga dipasangkan berbagai lagu baru sebagai penghias soundtrack-nya.
Dan jelang produksi film adaptasi buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi, Edensor, yang akan disutradarai oleh Putrama Tuta (baca kembali artikelnya berikut) maka diluncurkanlah buku berformat song book.
Tentu saja ada perbedaan antara versi asli novel Laskar Pelangi dibandingkan dengan song book setebal 212 halaman tersebut. Dalam song book itu dilengkapi dengan berbagai ilustrasi dan foto-foto terkait cerita Laskar Pelangi.
Buku lagu Laskar Pelangi juga hanya memuat cuplikan-cuplikan dari novelnya.
Satu lagi yang membedakan adalah song book Laskar Pelangi diselipi dengan cakram padat berisi 7 track yang diambil dari serial Laskar Pelangi. Ditambah dicantumkannya lirik dan juga partitur dari lagu-lagu yang terdapat di cakram padatnya.

(dari kiri ke kanan) Andrea Hirata, Salman Faridi dan Dinas Menbudpar Belitung, Yan Megawandi
Dalam acara peluncuran song book Laskar Pelangi dan jelang proses produksi Edensor yang berlangsung semalam di Rolling Stone Café & Restaurant, kawasan Ampera Kemang, Andrea Hirata mengatakan bahwa ini bukan buku terbarunya.
" Song book ini bukanlah karya terbaru saya. Tapi ini adalah buku dengan konsep menggabungkan antara kekuatan literasi dan narasi yang didendangkan. Isi bukunya adalah cuplikan-cuplikan di novelnya. Dengan membacanya sembari mendengarkan lagu-lagu di compact disc-nya, akan membawa emosi yang jauh lebih kuat, " jelas Andrea Hirata.
Cakram padat soundtrack serial Laskar Pelangi terdiri dari 7 track. Antara lain berjudul Kami Laskar Pelangi, Negeri Laskar Pelangi (nuansa Melayu), Selamat Tinggal Kawan (Lagu Untuk Lintang), Cinta Gila (dengan aransemen baru), Tak Ingin Jauh Darimu, Negeri Laskar Pelangi (akuntik) dan Kami Laskar Pelangi (akustik).
Seluruh lirik lagu dalam cakram padat tersebut ditulis oleh Andrea Hirata dan dinyanyikan oleh dua vokalis muda, Meda Kawu serta pemenang kontes dangdut di salah satu televisi swasta, Niken.
Menurut penulis asli Belitung tersebut, keterlibatannya dalam menulis lagu berawal dari lagu Cinta Gila yang muncul sebagai soundtrack Sang Pemimpi (2010).
Cinta Gila yang kemudian dibawakan oleh grup band Ungu tersebut, menarik perhatian Mira Lesmana, sebagai produser Sang Pemimpi. Insting tajam Mira mengatakan bahwa lirik lagu ciptaan Andrea sangat menarik.
" Waktu di Sang Pemimpi, Mira Lesmana suka dengan lagu Cinta Gila. Dan dari sana kemudian sewaktu ada ide untuk mengangkat Laskar Pelangi ke dalam bentuk serial televisi, Pak Aves (Avesina Subli, produser Mizan-red), meminta saya untuk menulis lirik-liriknya., " papar penulis yang bernama asli Andrea Hirata Seman Said Harun ini.
Andrea mengaku kaget ketika diminta menulis lagu-lagu untuk soundtrack serialnya. Namun, pria yang optimistis ini akhirnya menyanggupi.

Meda Kawu, Andrea Hirata dan band pengiring sedang membawakan lagu Negeri Laskar Pelangi dalam irama folk music kontemporer
" Saya bukan pemain gitar yang baik, tapi saya mencoba yang terbaik. Saya sangat semangat karena ini merupakan karya yang personal. Kita lihat saja nanti hancurnya seperti apa," gurau Andrea.
Lagu Cinta Gila dalam album song book Laskar Pelangi ini diaransemen ulang dalam sentuhan folk music kontemporer. Anwar Fauzi bertugas mengaransemen ulang dengan sentuhan biola oleh Hendri Lamiri, serta vokal merdu Meda Kawu.
Andrea memang menyebut song book dan lagu-lagu di dalamnya sebagai karya personal. Terutama di track, Negeri Laskar Pelangi dan Kami Laskar Pelangi. Andrea memiliki mimpi jika suastu saat nanti Belitung memiliki lagu sendiri. Lagu yang melukiskan keindahan Belitung sebagai taman firdaus yang belum banyak dieskpos.
"Saya bermimpi Belitung punya lagu sendiri. Tidak hanya Ray Charles yang bikin lagu Georgia on My Mind. Saya ingin membuat seperti American Song Book yang dirilis oleh Rod Stewart. Hanya saja ini berisi kutipan dari novel saya sendiri,"
Dalam peluncuran song book dan jelang produksi Edensor semalam, dibawakan dua buah lagu oleh Meda Kawu dan band pengiringnya, yaitu Kami Laskar Pelangi dan Negeri Laskar Pelangi. Andrea pun turut mengiringi dengan petikan gitar akustiknya.
Dalam kesempatan semalam juga hadir kepala dinas pariwisata Belitung, Yan Megawandi, serta salah seorang kontributor song book tersebut, Salman Faridi.
Song Book Laskar Pelangidijadwalkan akan dirilis untuk umum pada bulan Juli 2012 mendatang.
(tz/bc)
Komentar