Cinema News

Rabu, 16 Mei 2012 15:57

Pihak SET Film Belum Mengetahui Soal Pesan Berantai Ajakan Boikot Film Soegija

Soegijapranata

Beberapa waktu lalu tersebar pesan lewat blackberry messenger perihal ajakan penolakan film Soegija arahan sutradara Garin Nugroho.

Ajakan penolakan film Soegija dikarenakan kekhawatiran sebagian pihak atas propaganda Kristenisasi yang terdapat dalam film tersebut.

Soegija sendiri diangkat dari cuplikan kisah tokoh nasional, Albertus Soegijapranata (25 November 1896-10 Juli 1963), di mana beliau menjadi warga pribumi pertama yang berhasil menjadi uskup dan beroleh pendidikan keuskupan di Eropa.

Meski diangkat dari cuplikan kisah nyata Soegijapranata, pihak SET Film (perusahaan film bentukan Garin Nugroho-red) menolak menyebut film ini sebagai film biografi. Karena film ini akan lebih berfokus pada saat Soegija sudah menjadi uskup hingga tahun 1949. Film ini lebih menyorot kepada peran Soegija dalam perjuangan melawan pendudukan Belanda serta Jepang melalui jalur diplomasi. Apa yang dilakukan Soegija tersebut kemudian membuatnya ditahbiskan sebagai salah satu pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia di tahun 1963. (baca kembali artikelnya)

Adapun yang menjadi kekhawatiran pihak yang mengajak boikot fim Soegija adalah tokoh Soegijapranaya merupakan seorang Muslim (yang dibesarkan dari keluarga Muslim-red), namun akhirnya memutuskan berpindah keyakinan setelah Soegija melihat nilai-nilai filosofis Kristiani yang sering dilihatnya.

Soegija sendiri dalam biografinya, memang disebutkan bersekolah di sekolah pendidikan Belanda.

Respon terhadap penyebaran ajakan penolakan film Soegija sendiri, kemudian ramai dibicarakan di jejaring sosial, Twitter. Sebagai medium yang nyaris tanpa sensor tersebut, setiap pengguna Twitter memang bisa berbicara apa saja.

Salah satu akun Twitter yang memberikan informasi tentang adanya penyebaran blackberry messenger berantai perihal penolakan/boikot film Soegija adalah akun @BurhanMuhtadi .

Akun yang dalam profilnya menyebut sebagai peneliti dan salah satu dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Paramadina itu menyebutkan bahwa ia mendapat blackberry messenger berantai yang mengajak boikot terhadap film Soegija.

"Barusan dapat bbm berantai ajakan melarang Film "Soegija" karya Garin Nugroho karena dinilai Kristenisasi. Yg lain tunggu giliran dilarang.," begitu "kicauan" akun tersebut.

Pelarangan tersebut belum diketahui disebarkan oleh pihak mana. Namun, terkait dengan kehebohan aksi Front Pembela Islam (FPI) yang menentang konser Lady Gaga, kekhawatiran akan kebebasan mengeluarkan ekspresi seni menjadi lebih besar.

Artikel ini tidak bermaksud menyebut salah satu pihak sebagai yang tertuduh melakukan penyebaran pesan berantai boikot film Soegija. Akan tetapi isu ini memang menjadi besar karena dilontarkan saat isu pelarangan konser Lady Gaga menjadi topik hangat yang dibicarakan.

Kami mencoba mengkonfirmasi kepada perwakilan dari SET Film, Rina Damayanti, menyangkut penyebaran pesan berantai untuk memboikot Soegija.

Rina Damayanti sendiri mengaku belum mengetahui ada ajakan memboikot itu.

" Aku belum denger. Namun, memang isu tentang tuduhan penyebaran agama tertentu telah kami prediksi sebelumnya, saat film ini mulai direncanakan dibuat," jelas Rina melalui sambungan telepon.

Rina juga menjelaskan sampai saat ini pihaknya, maupun pihak lain yang terlibat produksi Soegija belum menerima tekanan dari pihak manapun.

" So far sih belum ada tekanan yang datang ke pihak kami," Rina menjelaskan lebih jauh.

Soegija direncanakan mulai tayang pada 7 Juni 2012 dan saat ini sedang dalam tahap promosi. Kalaupun terkesan pemberitaanya cenderung sepi, menurut Rina karena Soegija memang menempuh jalan publikasi yang relatif tidak besar.

" Sebenarnya kita sekarang sudah masuk dalam tahap promosi. Tapi pendekatan promosinya lebih kepada press –con atau diskusi," Rina memaparkan.

Rina menjelaskan kemungkinan aka nada media screening pada tanggal 29 Mei mendatang.

"Kemungkinan akan ada media screening pada tanggal 29 Mei mendatang," ucap Rina.

Soegija melibatkan beberapa aktris pendatang baru, seperti Anisa Trihaptami, yang memerankan karakter bernama Mariem. Sosok Soegijapranata diperankan oleh Nirwan Dewanto (penulis puisi dan aktivis seni di komunitas Salihara).

Beberapa aktor internasional yang memegang peran penting di Soegija antara lain, Wouter Braaf, aktor asal Belanda yang berperan sebagai wartawan bernama Hendrik. Lalu ada Wouter Zweers yang berperan sebagai seorang tentara NICA yang tampak sebagai pria brengsek di trailer-nya. Lalu ada aktor Jepang bernama Suzuki yang memerankan karakter tentara Jepang bernama Nobusuki.

Soegija merupakan produksi dari Studi Audio Visual Pusat Kata Ketik, sebuah lembaga pendidikan bagi yang tertarik di dunia film dan berpusat di Yogyakarta. Dana untuk film Soegija merupakan hasil investor yang digalang lewat sebuah kelompok bernama Komunitas Warung Kopi (KWK) yang beranggotakan antara lain Garin Nugroho, Djaduk Ferianto, G. Budi Subanar SJ, Heru Kesawa Murti, Tri Giovanni, Tatang Maruto Paksi, Murti Hadi Widjayanto SJ, J.B. Kristanto, dan Haryo Sentanu Murti.

(tz/bc)


Related News

Komentar

Dommy Waas
Saya pikir, mereka yg paranoid dengan menilai film Soegija ini sebagai upaya kristenisasi, adalah mereka yg berpikiran sempit dan cuma mengkhayal kalau bangsa ini bisa berdiri/merdeka karena perjuangan satu kelompok saja. Belajar dan jujurlah pada sejarah.
budi subanar SJ
buat YTH pak ronny ada baiknya membaca artikel ini qibash.wordpress.com/2011/03/30/zetgeist-benarkah-ada-yang-telah-merubah-sejarah/
Ponimin
Sepertinya ada orang yang sok tau tentang SJ nih,nulis kepanjangan SJ aja salah mau jelasin latar belakangnya.Menterjemahkan bahasa latin aja ga bener...kelihatan ini orang nulis komen cuma pake emosi..ga punya ajaran kasih dan damai dalam hatinya.
Marquis
Kpd YTH. Ronny James. Melihat komentar anda saya merasa sangat prihatin. Setan saja tidak pernah mencacimaki Yesus. Mengapakah anda yang bukan setan begitu jelekkan Jesuit? Bila ada beriman pada Yesus pastilah Cinta Kasih anda utamakan, bukan fitnahan. tks
JS Kamdhi
Indonesia milik semua anak bangsa. Bila, akhir-akhir ini, banyak kelompok "yang sok tahu negeri ini milik sendiri' adalah orang-orang KEBLINGER yang tidak tahu SEJARAH BANGSA...
 1 2 > 
Kirim komentar
  • Karakter tersisa
  •