Cinema News

Senin, 16 April 2012 23:50

[Review] Game of Thrones- Season 2 Episode Awal : The North Remembers

Game of Thrones -Season 2

Setelah kurang lebih satu tahun penantian, kini kita akan kembali menyaksikan cerita mengenai sebuah negeri bernama Westeros, kisah The Seven Kingdom, dan sekumpulan pasukan yang berperang dan berlomba-berlomba demi memperebutkan Singgasana Besi (Iron Throne). Di episode finale musim The Game of Thrones pertama, klan Stark masih tersentak atas peristiwa pemenggalan kepala  karakter pimpinan mereka, Ned Stark (Sean Bean), atas perintah Raja Muda yang bernama Joffrey.

Sementara karakter Dany Targaryen (Emilia Clarke), diceritakan kehilangan suaminya. Namun ia kemudian muncul dengan 3 bayi naga bersamanya.

Serial HBO, Game of Thrones, berdasarkan rangkaian novel karya George R.R Martin yang berjudul A Song of Ice and Fire . Sebuah rangkaian novel epik yang mengingatkan akan karya J.R.R Tolkien, Lord of the Rings.

Cerita film ini sebenarnya merupakan kumpulan kisah mengenai intrik antar anggota keluarga yang rakus akan kekayaan dan tahta. Sama seperti kisah keluarga tentang serial drama keluarga lainnya, hanya saja dikemas dalam seting fantasi dan nama-nama, serta karakter yang rumit. 

Dan kini pada musim kedua penayangannya, Game of Thrones berfokus pada tahun-tahun pertama yang menyajikan plot cerita rumit, pendalaman pada karakter-karakter, serta pengembangan cerita menuju sebuah level peningkatan level emosi yang terasa jauh dari materi novoelnya. Sederhana memang, karena musim kedua Game of Thrones dibuat agar diharapkan melampaui kesuksesan musim pertamanya.

still photo Game of Thrones- courtesy of HBO Asia

Sebagai episode pertama dari musim kedua, The North Remembers, menjelaskan apa yang terjadi pada masing-masing karakter usai cerita di musim pertamanya berakhir. Sangat wajar bila masing-masing karakter kemudian diberi problem yang lebih rumit, berbagai eksposisi dan tentu saja Anda harus menyaksikan musim pertamanya agar dahi Anda tidak berkerut karena ketinggalan cerita.

Adegan pertama The North Remember terjadi di King's Landing di mana raja muda yang keji, Joffrey Baratheon (Jack Gleeson), sedang merayakan ulang tahunnya dengan perayaan megah. Joffrey tidak merasa terhibur dengan segala macam hiburan yang disajikan. Ia justru merasa terhibur saat mendapati para The Hound mampu mengalahkan para lawannya yang malang.

Hiburan bagi raja keji itu bertambah saat ia menemukan seorang prajurit yang bertingkah kikuk, mabuk dan datang terlambat ke pestanya. Joffrey lantas menyuruh anak buahnya untuk mencekoki sekantung besar anggur kepada prajurit malang itu.

Tyrion (Peter Dinklage), paman Joffrey, kemudian datang dengan gagahnya dengan diiringi oleh sekelompok pasukan. Tyrion sama sekali tidak terkesan dengan tingkah pongah keponakannya itu. Tyrion lantas kemudian menghancurkan Small Council dan berang terhadap saudarinya, Queen Cersai (Lena Headey), atas strateginya yang ceroboh.

Kembali pada akhir musim pertama, Klan Lannister memiliki 3 tawanan dari klan Starks, yaitu Sansa, Arya dan Ned. Mereka bertiga menjadikan klan Lannister memiliki posisi tawar menguntungkan atas Iron Throne. Dan setelah Ned dieksekusi, serta Arya berhasil melarikan diri, klan Lannister tinggal memiliki Sansa.

still photos Game of Thrones- courtesy of HBO Asia

Lalu adegan beralih ke Winterfell, di mana Bran Stark muda (Issac Hempstead-Wright), merasa gamang dengan apa yang terjadi pada keluarganya.

Setelahnya penonton dibawa ke sebuah gurun yang ganas bernama The Red Waste, di mana karakter Danny Targaryen (Emilia Clarke) berkelana bersama suku Dothraki yang berpenampilan compang-camping, dengan membawa anak naga. Kita lalu tahu bahwa saat memberi makan anak naga tersebut, Danny sebenarnya tidak tahu bagaimana sebenarnya memelihara para anak naga tersebut.

Masalah bertambah pelik saat kuda putih kesayangan Danny mati dan ia lantas memerintahkan beberapa anak buah kepercayaannya untuk menyebar, mencari para pengungsi lain dan sumber air.

Sementara di pulau Dragonstone, Stannis Baratheon (Stephen Dillane), merencanakan serangan untuk merebut Iron Throne dari almarhum kakaknya. Stannis lantas bersekutu dengan penyihir cantik, Melisandre (Carice Van Houten), untuk melakukan niatnya itu.

Klan Stark lantas berhasil memenangi 3 pertempuran secara beruntun. Raja Utara, Rob Stark, lantas mengirim syarat kepada Joffrey dan Ratu Cersei, agar membebaskan para saudarinya yang ditawan. Berikut jasad ayah mereka, Ned.

still photos Game of Thrones-courtesy of HBO Asia

Syarat tersebut merupakan kompensasi terhadap salah satu anggota klan Lannister, Jaimie Lannister, yang diminati Joffrey. Syarat lainnya adalah Joffrey harus rela mengakui bahwa Winterfell adalah sebagai kerajaan sendiri, terlepas dari kerajaan King's Landing.

Keadaan ini kemudian membuat Joffrey semakin beringas. Joffrey lantas memerintahkan seluruh prajurit Knight's Landing untuk mencari setiap anak kandung Robert Baratheon, ke seluruh pelosok untuk kemudian dibunuh dengan keji. Hal itu dilakukannya untuk menjaga tahtanya dengan tidak pandang bulu walau mereka masih bayi atau sudah beranjak besar.

EPISODE AWAL YANG MENJANJIKAN PENGEMBANGAN CERITA UNTUK EPISODE BERIKUTNYA

Layaknya episode pertama dari rangkaian baru kisah serial televisi lain, The North Remembers menyajikan cerita yang menyebar. Tentunya dengan harapan cerita yang dibangun akan memberi ruang pada pengembangan di episode berikutnya.

Episode pertama musim kedua Game of Thrones ini layaknya serial HBO lainnya, seperti Boardwalk Empire dan The Wire. Di mana cerita The North Remembers menyebarkan cerita dari 5 atau 6 karaketer, yang kemudian membentuk serangkaian sub-plot sebelum akhirnya dijahit melalui sebuah benang merah penghubung.

Satu jam episode The North Remembers sebenarnya sederhana, karena hanya bercerita dari permukaan masing-masing karakter. Seperti kekejaman Joffrey dan pasukannya, kisah Danny yang terdampar di gurun Red Waste, Stannis Baratheon yang berusaha mengumpulkan sekutu baru, atau tentang keangkuhan Tyrion. Semuanya hanya "digali" di atas permukaan, tentunya dengan harapan akan menemukan "sumber" paparan cerita yang lebih kompleks di episode berikutnya.

Sutradara yang akan menggarap film Thor 2, Alan Taylor, lantas mengeksekusi cerita dan plot ke dalam sebuah tayangan yang "melompat" dari sebuah sub-plot ke sub-plot lainnya. Tentu akan memusingkan bagi yang tidak mengikuti serial ini dari musim pertama atau penonton yang tidak membaca bukunya.

still photos Game of Thrones- courtesy of HBO Asia

Penulis naskah David Benioff dan D.B Walles, lantas menyatukan semua sub-plot tersebut melalui penampakan komet merah yang menggantung di langit dan bisa disaksikan oleh semua karakter.

Sebuah penampakan puitis yang lantas menggabungkan semua sub-plot dan karakter yang terpisah oleh batasan geografi secara koheren menjadi sebuah struktur narasi. Eksekusi yang dilakukan Alan Taylor terasa brilian, meski harus diakui dalam penerapan efek CGI (computer generated imagery), terasa kaku dan tidak melebur.

Bagi Anda yang membaca bukunya, tentu saja banyak sekali pengembangan baru yang dilakukan di episode awal musim kedua The Game of Thrones ini.

Sama seperti perubahan lokasi syuting yang banyak dilakukan di Dubrovnik, sebuah daerah pantai di negara Kroasia.

Mungkin bukan episode terbaik dari yang pernah disajikan The Game of Thrones. Namun sebagai episode pembuka, The North Remembers, berhasil menyajikan suatu kisah baru dari rangkaian kisah musim kedua The Game of Thrones berikutnya yang sepertinya akan lebih brutal dan sadis.

Musim kedua The Game of Thrones akan mulai ditayangkan di HBO Asia, mulai 21 April 2012 pukul 20.00 WIB.

Sebagai awal, HBO Asia akan menayangkan lima episode musim kedua The Game of Thrones.

Setelah The North Remembers, secara berurutan akan ditayangkan episode The Night Lands (disutradarai oleh Alan Taylor), What Is Dead May Never Die (disutradarai oleh Alik Sakharov), Garden of Bones (disutradarai oleh David Petrarca), dan The Ghost of Harrenhal (yang disutradarai oleh David Petrarca).

(tz/bc)


Related News

Komentar

Kirim komentar
  • Karakter tersisa
  •