Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
Poster Frankenweenie
Film animasi akan datang dari sutradara Tim Burton, Frankenweenie, tampaknya menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu, terutama oleh penggemar karya-karya sutradara nyentrik tersebut.
Frankenweenie sendiri bercerita tentang seorang anak bernama Victor yang memiliki seekor anjing peliharaan yang sangat disayanginya, Sparky. Victor adalah seorang anak yang memiliki kecerdasan luar biasa.
Suatu hari Sparky mati karena suatu kecelakaan. Victor yang tidak rela kehilangan anjing kesayangannya tersebut, kemudian berusaha membangkitkan kembali Sparky lewat ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Sparky memang berhasil dihidupkan, namun dengan rupa mirip monster di novel rekaan Mary Shelley yang berjudul Frankenstein. Dan layaknya Frankenstein, Sparky yang sekarang juga merupakan "produk" hasil menentang kodrat alam. Sehingga lambat laun Sparky berpotensi berubah menjadi monster yang berbahaya.
Frankenweenie sebenarnya merupakan adaptasi dari film pendek karya Tim Burton berjudul sama yang pernah dibuatnya pada tahun 1984. Dan untuk versi animasi panjangnya ini, Tim Burton mengerjakannya dalam konsep stop-motion serta dalam format hitam putih.
Disney yang menjadi studio yang memproduksi Frankenweenie, menyadari benar potensi yang dimiliki film animasi tersebut. Sehingga perusahaan yang didirikan oleh Walt Disney tersebut, memutuskan untuk menggandeng perusahaan teknologi layar lebar terkemuka. IMAX Corporation.
Dengan demikian Frankenweenie disebut-sebut sebagai film berformat hitam putih, serta film animasi stop-motion pertama yang ditayangkan dalam format IMAX® 3D.
"IMAX telah memiliki sejarah kerjasama yang cukup panjang dengan Tim Burton. Ia adalah sutradara yang memiliki visi artistik yang unik dan cara bertutur yang brilian. Dua kemampuannya tersebut terbukti telah sukses mencuri perhatian banyak orang, " papar Ketua dan Presiden dari IMAX Filmed Entertainment, Greg Foster.
Foster menambahkan dalam rilis media yang disebarkan melalui surat elektronik tersebut, bahwa itulah yang membuat IMAX menyambut gembira ide bekerjasama dengan Disney Pictures dalam proyek Frankenweenie.
" Kami menjadi sangat antusias untuk menambahkan Frankenweenie sebagai proyek film feature kedua Tim Burton yang kami terlibat di dalamnya di tahun 2012 ini. Teknologi IMAX akan menjadikan menonton film ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa, " tambah Foster.
Dengan demikian Frankenweenie akan mengalami proses re-mastered secara digital lewat IMAX DMR® (Digital Re-mastering), sehingga memenuhi persyaratan kualitas suara dan gambar sesuai standar The IMAX 3D Experience®. Sehingga Frankenweenie digadang akan menampilkan kualitas gambar dan suara sejernih kristal, serta akan membawa penonton seolah berada di dalam filmnya.
Terlebih film ini juga ditampilkan dalam format 3 dimensi. Jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema 21, akan menghadirkan teknologi IMAX di dua bioskopnya mulai bulan Mei tahun ini (baca kembali artikelnya berikut). Sehingga kita bisa menyaksikan Frankenweenie dan The Avengers dalam format IMAX 3D.
Ketika kami temui kemarin, perwakilan DISNEY di Indonesia mengatakan bahwa The Avengers juga akan masuk ke Indonesia melalui DISNEY dan akan ditampilkan dalam format IMAX 3D.
Frankenweenie disutradarai oleh Tim Burton dan karakter-karakter di film ini disuarakan oleh banyak artis kawakan seperti Winona Ryder, Martin Short, Catherine O'Hara, Martin Landau, Charlie Tahan, Atticus Shaffer, Robert Capron, dan Conchata Ferrell.
Mulai ditayangkan pada 5 Oktober 2012, semoga tampilan 3D dalam film ini tidak akan mengecewakan seperti film Tim Burton tahun 2010, Alice in Wonderland.
(tz/bc)
Komentar