Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
Ilustrasi Box Office
Saat ini setiap pekan Box Office Mojo merilis daftar film-film yang menjadi terlaris di daftar box-office Amerika dan internasional. Parameter box-office versi mereka adalah pendapatan setiap judul film dari setiap layar bioskop yang memutar film tersebut.
Dan kini para imuwan Jepang telah merancang sebuah rumus matematika yang mampu memprediksi penghasilan box-office sebuah film berdasarkan tingkat aktivitas yang terjadi di jejaring sosial dan situs-situs film terkait, pada saat sebelum dan sesudah film tersebut rilis.
Penelitian para ilmuwan Jepang tersebut dikepalai oleh Profesor Akira Ishii dari Jurusan Ilmu Matematika dan Fisika Terapan Universitas Tottori. Dan hasil penelitian mereka juga menunjukkan bahwa kapan sebuah film melakukan promosi adalah sebuah faktor penting, jika dibandingkan dengan seluruh anggaran promosi.
Tim peneliti tersebut menggunakan data penghasilan yang diperoleh 25 film, baik itu film Hollywood ataupun film produksi Jepang, dan telah dirilis di sana. Dari 25 judul film tersebut, termasuk judul seperti Avatar, The Da Vinci Code, Crows Zero dan Always : Sunset on Third Street 3.
Para peneliti dari Universitas Tottori itu lalu membandingkan perolehan box-office masing-masing film tersebut dengan lamanya penayangan iklan masing-masing film, dengan aktivitas online di jejaring sosial ataupun blog.
"Kami menemukan korelasi yang bersifat langsung antara postingan melalui jejaring sosial tentang sebuah judul film pada masa tertentu dengan jumlah orang yang diperkirakan memesan tiket bioskop untuk menonton film tersebut, " jelas Profesor Ishii, seperti dikutip dari laman THR.
Namun, ia menambahkan bahwa dari hasil penelitian, mereka tidak menemukan adanya hubungan langsung antara jumlah pengeluaran untuk promosi sebuah film dengan intensitas penjualan tiket sebuah film.
" Tetapi tidak ditemukan sebuah hubungan langsung antara jumlah pengeluaran untuk kegiatan promosi sebuah film, dengan minat orang-orang untuk membeli tiket nonton. Pemilihan waktu sebuah film dalam melakukan promosi juga sangat penting. Kami menemukan fakta bahwa antara dua minggu hingga 10 hari sebelum sebuah film dirilis adalah waktu yang optimum untuk melakukan promosi, " papar Profesor Ishii menambahkan.
Akan tetapi, model matematika yang dikembangkan oleh Profesor Ishii dan rekan-rekannya, tidak dikembangkan untuk memprediksi sukses tidaknya sebuah film di raihan box-office. Dan ditambahkan oleh Profesor Ishii bahwa penggunaan data dari kegiatan jejaring sosial ataupun pendapatan total sebuah film lebih merupakan sebuah eksperimen untuk melakukan uji coba terhadap persamaan matematika yang mereka kembangkan.
" Mode matematika ini seharusnya bisa diterapkan di setiap perilisan sebuah film di negara-negara lain dan juga kepada produk-produk lainnya," jelas Profesor Ishii.
Tersedianya data harian perolehan sebuah film menjadi faktor penting dalam penelitian tersebut.
Teori yang dikembangkan oleh para peneliti dari Universitas Tottori itu diterbitkan dalam sebuah jurnal bulanan bertajuk New Journal of Physics dalam sebuah paper yang diberi judul "The Hit phenomenon : a mathematical model of human dynamics interactions as a stochastic process".
Mungkin Indonesia juga perlu mencobanya.
(tz/bc)
Komentar