Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
Perilisan DVD Dan Novel 'Tanda Tanya'
Salah satu parameter dari sebuah film bisa dikatakan berhasil adalah menjadi bahan perdebatan banyak orang, bahkan lama setelah film tersebut dirilis.
Tanda Tanya (?) Garapan Hanung Bramantyo bisa disebut sebagai salah satu film yang baik secara produksi dan berhasil mempengaruhi banyak orang (baik positif dan negatif).
Sudah selang setahun film tersebut dirilis dan kini Tanda Tanya mendapat ruang baru dalam rupa cakram padat digital (DVD) dan juga novel.
Perihal dituangkannya Tanda Tanya ke dalam novel sebenarnya merupakan niatan yang sudah ada sejak dirilisnya film produksi Mahaka Production tersebut.
Saat filmnya dirilis, pihak produser juga mengadakan suatu sayembara untuk siapa saja yang bisa memberikan judul terbaik untuk novelnya.
Dan setelah satu tahun, DVD resmi dan novel yang berjudul "Harmoni Dalam ?" dirilis hari ini (Selasa, 21 Februari 2012) bertempat di Radja Ketjil, Gandaria City.
"Sebenarnya novel dan DVD ini direncanakan rilis bulan Desember 2011, lalu mundur ke Januari dan akhirnya sekarang fixed bulan Februari 2012. Tapi karena sebuah penentangan yang kita tahu bersamalah, maka ada penyesuaian waktu rilis. Kita jadi menunggu momentum yang tepat agar perilisannya juga tidak mendapat penentangan lagi," jelas Hanung Bramantyo kepada para jurnalis yang hadir.
Penundaan waktu rilis ternyata mendatangkan suatu keuntungan. Hanung menilai memang jeda waktu setahun merupakan waktu yang pas untuk peluncuran DVD sebuah film. Jeda waktu selama itu membuat versi filmnya bisa diapresiasi lebih lama.
"Setelah dipikir-pikir waktu setahun adalah hal yang tepat. Karena kalau dalam waktu 4 bulan DVD-nya udah rilis, orang akan malas ke bioskop dengan alasan akan menunggu DVD-nya saja. Dengan jeda setahun, maka orang-orang menyaksikan filmnya lebih dulu," Hanung berargumen.
Perilisan DVD resmi Tanda Tanya juga dikatakan sebagai wujud "kemenangan besar" atas pertentangan yang selama ini muncul dari salah satu ormas yang mengatasnamakan suatu agama.
" Ini seperti kemenangan besar terhadap pertentangan yang selama ini muncul. Saya berterima kasih kepada teman-teman di Palangkaraya yang telah berani mengeluarkan suatu pernyataan sikap menolak keberadaan ormas tersebut. Pertentangan justru timbul dari sikap mereka. Dan itu sudah dialami oleh Tanda Tanya, " papar Hanung yang juga diiyakan oleh produser dan wakil dari Mahaka, Celerina Judisari.
DVD Tanda Tanya sendiri dirilis oleh Jive Collection. Perwakilan dari Jive, Ronny P. Tjandra, mengatakan pihaknya memang selalu mendukung sineas-sineas Indonesia yang memproduksi film secara baik. Dan inisiatif Jive merilis DVD Tanda Tanya, juga sebagai wujud dukungan tersebut.
"Kita memang selalu mendukung film yang diproduksi dengan baik. Dan sineas seperti Hanung adalah salah satu pihak yang melakukan produksi yang baik. Sineas seperti Hanung itu dikaruniai kecerdasan spesifik. Dan bakat seperti itu harus diapresiasi," papar Ronny P. Tjandra kepada Boleh.Com.
Pria berkuncir rambut yang sempat muncul sebagai cameo di Arisan 2 tersebut mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha memberikan kualitas terbaik dalam setiap perilisan home video dari film-film yang dipercayakan kepada Jive Collection.
" Kita selalu memperhatikan kualitas, baik itu gakbar atau suara. Untuk Tanda Tanya ada beberapa fitur yang membuat home videonya (dalam bentuk VCD dan DVD) lebih lengkap dari versi filmnya. DVD Tanda Tanya dilengkapi fitur animated menu, scene selection, special features seperti behind the scene, photo gallery dan sebagainya. Untuk features tergantung produsernya juga memberi data kepada kami. Kami selalu menerima dengan tangan terbuka setiap data yang diberi untuk DVD-nya," jelas Ronny P. Tjandra.
Dan kualitas DVD keluaran Jive juga diakui oleh Hanung dan salah satu aktor yang bermain di filmnya, Hengky Sulaeman.
"DVD-nya lebih bagus daripada film bioskopnya. Saya nonton DVD dan saya langsung bilang kualitas gambarnya jauh lebih bagus, " papar Hanung.
Hengky Sulaeman mengatakan bahwa dirinya telah 8 kali menonton Tanda Tanya di bioskop. Dan setelah menyaksikan versi DVD-nya, aktor senior itu juga terkesima.
"Kalau di bioskop kan kadang tergantung proyektornya. Kondisi proyektor di setiap bioskop berbeda. Dan DVD ini menyajikan yang jauh lebih bagus. Pokoknya harus beli DVD-nya," ujar Hengky yang disambut gelak tawa hadirin.
DVD Tanda Tanya akan memaparkan suatu hal yang sudah direvisi dibanding versi bioskop. Menurut produser Celerina, adegan saat karakter Soleh (Reza Rahadian) membawa bom yang akan diledakkan di gereja, mengalami revisi karena dirasakan terlalu lama.
"Adegan Soleh bawa bom direvisi. Itu salah satu adegan yang banyak dikritisi. Mas Hanung juga menyadarinya dan kemudian direvisi. Jadi DVD ini adalah bentuk revisi dari versi bioskop," papar Celerina.
Untuk versi novelnya, merupakan terbitan dari Mahaka Publishing dan ditulis oleh Melvy Yendra dan Andriyanti dan diberi judul "Harmoni Dalam ?". Judulnya merupakan hasil sayembara yang dimenangkan oleh wanita bernama Heti asal Cirebon. Heti lantas berhak mendapat 100 juta rupiah atas keberhasilannya.
"Salah satu alasan dirilisnya novel ini ke publik juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kami. Kami telah mengumumkan sayembara dan menjanjikan hadiah. Itu harus ditepati. Bu Heti ketika kami beritahu bahwa dia menang, awalnya tidak percaya. Dia baru percaya jika berita kemenangannya dimuat di media," papar Celerina.
Hanung menampik anggapan bahwa perilisan versi novel dari Tanda Tanya adalah sebagai bentuk usaha untuk menyempitkan atau "mengerucutkan" opini-opini yang timbul setelah menyaksikan film Tanda Tanya.
" Nggak pernah bermaksud gitu. Film dan buku adalah medium yang beda. Novel memiliki kemampuan untuk menjabarkan suatu kondisi dengan lebih tepat lewat metafora, alegori dan kata-kata puitis yang tidak bisa dijangkau medium film. Novel ini menyentuh ruang yang lebih dalam, yang tidak dimiliki oleh filmnya," papar Hanung Bramantyo.
Salah satu penulis novelnya, Andriyati, mengakui memberikan eksposisi kepada versi novelnya. Dan itu dilakukan lewat diskusi bersama Hanung, ataupun dengan penulis naskah, Titien Watimena.
"Ada diskusi tapi lebih ke pengembangan dan pendalaman cerita di film Tanda Tanya. Misalnya tentang keputusan Rika (Endhita) pindah keyakinan. Dijelaskan lebih eksplisit di novelnya dan pembaca akan lebih mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Novel ini memberikan perspektif yang berbeda kepada apa yang terjadi di setiap karakter," papar Andriyati.
Andriyati menulis novelnya bersama Melvy Yendra. Ketika ditanyakan bagaimana sistem kerja penulisan novelnya, Andriyati menjawab draft novel memang awalnyq dikerjakan Melvy.
" Draft awal dikerjakan Melvy. Kemudian saya menambahkan. Lebih tepatnya Melvy menulis cerita dan karakterisasi cowok, konflik dan emosi. Untuk urusan romantisme, kegelisahan dan konflik karakter wanitanya, itu tugas saya, " papar Andriyati.
DVD Tanda Tanya dirilis oleh Jive Collection dan bisa dimiliki seharga Rp. 59.000,00. Untuk tahap awal Jive merilis sebanyak kurang lebih 3 ribu keping dvd dan masih kemungkinan bertambah.
Sementara novel Tanda Tanya bisa didapatkan di toko buku Gramedia dan Gunung Agung. Film Tanda Tanya akan bisa disaksikan di SCTV tanggal 24 Februari 2012 pukul 22.30.
(Tz/Hes/bc)
Komentar