Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
My Blackberry Girlfriend
Seorang pria yang terlihat 'culun' bertemu seorang wanita yang terlihat sangat mabuk di sebuah tempat. Setelah insiden wanita tersebut muntah (terlalu mabuk), pihak keamanan pun yang menyangka kalau si pria adalah kekasih dari sang wanita dan langsung meminta pria 'malang' ini mengantarkan sang wanita pulang.
Tetapi bukannya berterima kasih, sang wanita malah bertindak kasar, maka dimulailah hari-hari yang aneh dari hubungan love-hate keduanya.
Seperti menggantikan sosok Gianna Jun (Jun Ji Hyun) dengan Luna Maya dan Cha Tae Hyeun dengan Fathir Muchtar, tambahkan sedikit unsur Blackberry didalamnya (sebagai 'pembeda') dan jadilah adegan di film komedi romantis masterpiece dari ranah Korea berjudul My Sassy Girl tersebut 'disulap' menjadi film Indonesia terbaru dengan judul My Blackberry Girlfriend.
Mungkin adegannya 'cuma mirip' dan juga judulnya yang juga 'cuma mirip'. Dan Jangan lupa posternya juga mungkin saja memang 'cuma mirip' tanpa ada unsur kesengajaan. Ya, mungkin saja seperti itu.

Jarak antara 'terinspirasi' dan 'plagiatisme' memang tipis sekali sekarang ini. Dalam Film Televisi (FTV) sering kali ditemui kasus 'saduran tak berijin' seperti ini, memindahkan cerita sebuah film terkenal (dan bahkan seluruh dialognya) kedalam bahasa Indonesia dan jadilah sebuah FTV yang siap disaksikan oleh penonton televisi nasional.
Bagi sajian yang gratis, mungkin itu tidak masalah. Tetapi jika diterapkan dalam sebuah film layar lebar, tentu saja hal tersebut sangat 'menggangu'.
My Blackberry Girlfriend diadaptasi dari Novel best seller karya Agnes Davonar (Surat Kecil Untuk Tuhan). Disebut-sebut ceritanya diadaptasi dari kisah nyata curhatan seorang pria di sebuah forum tentang kisah cintanya yang aneh dengan seorang wanita 'galak' yang lantas merubah hidupnya.

Beberapa tahun lalu, kisah rekaan Agnes Davonar tersebut sempat menghebohkan dan telah dibaca oleh (katanya) ratusan ribu pembaca online dan dinobatkan sebagai cerita online terbaik 2010.
Penulis yang juga sempat mengikuti 'fenomena' tersebut sempat terheran-heran. Saat membaca kisahnya disebuah blog dan forum, penulis merasa kisahnya sangat mirip dengan film My Sassy Girl.
Tetapi entah karena film My Sassy Girl belum terlalu banyak disaksikan oleh penonton Indonesia, jadi mungkin tidak ada yang menyadarinya ke 'cuma mirip'-an ini.
Konsep 'viral'nya pun sangat mirip dengan My Sassy Girl, seorang pria yang 'curhat' secara online, dan kisahnya kemudian menghebohkan dunia maya dan diangkat menjadi sebuah novel, dan terakhir sebuah film. Bedanya jika My Sassy Girl benar-benar diangkat dari kisah nyata, sedangkan My Blackberry Girlfriend (?).

Penulis tetap mencoba optimis menyaksikan film My Blackberry Girlfriend dengan se-objektif mungkin dan berulang kali menekankan bahwa semuanya memang 'cuma mirip' dan atau dalam istilah sinetron dan tayangan komedi 'jika ada kesamaan nama tokoh dan peristiwa, semua hanyalah kebetulan semata'.
Penyutradaraan dari Findo Purwono (Menculik Miyabi, Setan Budeg, Suster Keramas 2) masih seperti film-filmnya yang lain. Datar, komedi dan lelucon yang coba dihadirkan pun hampir semuanya gagal.
Teknis film ini pun bisa dibilang sangat mengecewakan. Menyaksikan My Blackberry Girlfriend nyaris seperti menyaksikan FTV yang setiap hari ditayangkan di stasiun televisi swasta, hanya saja kali ini ditampilkan dalam format layar yang lebih besar dan penonton yang ingin menyaksikannya harus membayar tiket.
Begitupun dari segi akting, nyaris tidak tampak chemistry antara Luna dan Fathir. Mereka terlihat berusaha terlalu keras untuk menampilkan mimik 'konyol' yang natural khas 'karakter setipe di film Korea'. Tetapi hasilnya, saat melihat aksi 'kekonyolan' mereka, penonton alih-alih "tersenyum" malah "menyeringai" menyaksikan tingkah aneh mereka.

Ok, mungkin adegan 'penyiksaan' fisik dan mental yang dilakukan oleh Gianna.. maksud Saya… Luna ke Fathir Muchtar mungkin memang 'cuma mirip'. Termasuk adegan di penjara dan adegan di taman saat Angel (Luna Maya) meminta Martin (Fathir Muchtar) bertukar sepatu hak tinggi miliknya untuk dipakai oleh Martin. Ya, adegan itu mungkin juga 'cuma mirip' saja dengan My Sassy Girl.
Dan saat filmnya memilih penyelesaian akhir dengan cara yang hampir sama pula dimana kedua tokohnya 'dipertemukan kembali' dalam kondisi yang sudah berbeda. Penulis hanya bisa keluar dari gedung bioskop dengan menggumamkan kata "cuma mirip" berkali-kali.
Omong-omong, sudah berapa kata 'cuma mirip' yang penulis sebutkan dalam review ini?
My Blackberry Girlfriend mulai ditayangkan hari ini (29/12) di seluruh bioskop Indonesia. Dibintangi oleh Luna Maya, Fathir Muchtar, dan Hardhy Fadillah.
Selamat Menonton!
Rating : 1/5
(vn/bc)
Komentar
ya ampuunnnn ... baru tau kalo my bb girlfriend "cuma mirip" dengan my sassy girll.
sblmnya fil my bb gf ini sgt saya tunggu2, setelah nonton malah kecewa berat.
Garing bangetttt ...........sumpah