Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
Poconggg Juga Pocong
Pocong sebagai salah satu sosok hantu paling menyeramkan di tanah air memang saat ini imejnya sudah jauh sekali bergeser dari pencitraan yang seharusnya.
Karena terlalu banyak menjadi 'bulan-bulanan' sineas Indonesia, sosok menyeramkannya yang tadinya ditujukan sebagai sajian horor malah berubah menjadi komedi karena digarap dengan ala kadarnya dan berujung tampilan yang konyol.
Maka saat dimunculkan dalam film horor malah hasilnya gagal tampil menyeramkan, tidak mengherankan sosok Pocong sekarang 'banting-setir' justru dijadikan bahan 'tertawaan' yang ampuh. Salah satu film terbaru yang menampilkan sosok pocong dalam versi komedi ini adalah film Poconggg Juga Pocong garapan Chiska Doppert (Ada Apa Dengan Pocong?).
Poconggg juga Pocong mengisahkan tentang insiden 'pengungkapan cinta' yang berakhir tragis yang dilakukan oleh Dimas (Ajun Perwira) ke gadis pujaannya Sheila (Saphira Indah). Sebelum berhasil resmi jadian, Dimas malah tewas dan akhirnya menjadi Pocong. Tetapi rupanya walau telah menjadi Pocong, perasaan cintanya kepada Sheila tetap tidak pernah hilang. Bahkan saat melihat pria lain bernama Adit (Guntur Triyoga) yang mendekati Sheila, Pocong Dimas semakin bersemangat untuk membuktikan cintanya ke Sheila.

Akhirnya dengan bantuan Kunti centil (Nycta Gina), Pocong 'dilatih' untuk tidak lagi menjadi pocong yang cupu. Selain demi membuktikan diri kepada Pocong Anjaw (Rizky Mocil) dan Gank nya yang selalu meremehkannya, Ia juga tetap ingin menyampaikan perasaannya ke Sheila.
Poconggg Juga Pocong diadaptasi dari novel yang terbilang fenomenal karya Arief 'Poconggg' Muhammad dengan followers twitternya yang lebih dari 1,2 juta. Saya pribadi kebetulan sudah membaca novelnya jauh sebelum rencana adaptasi filmnya, dan saya cukup menikmati dan terhibur dengan apa yang tersaji di Novelnya yang sangat ringan namun fun. Lantas bagaimana dengan filmnya?

Keputusan untuk menjadikan Arief Muhammad penulis naskah film ini rasanya memang tepat, karena ia sebagai penulis novelnya pasti paling mengetahui apa yang ingin disampaikan di filmnya.
Naskah yang ditulis oleh Arief Muhammad bersama Haqi Ahmad mengetengahkan elemen-elemen komedi yang ada di novelnya dengan cukup berhasil. Saya pribadi awalnya pesimis, karena novel PJP memiliki plot yang banyak, tidak beraturan dan tidak saling berkorelasi, yang memang terlihat hanya seperti potongan-potongan curhatan blog yang sekedar untuk fun-fun saja. Hal seperti ini pastinya akan susah dan riskan sekali jika diangkat ke film. Seperti juga film Kambing Jantan dari novel laris Raditya Dika yang ternyata justru gagal total ketika divisualisasikan ke film karena sangat pretensius.
Untunglah duo penulis naskah ini akhirnya memilih satu saja plot besar dari novelnya yaitu 'kisah cinta Pocong dan Sheila' untuk mengantarkan kisah filmnya secara keseluruhan sehingga lebih terfokus, dan hal tersebut harus diakui cukup berhasil.

Sayangnya naskah yang teradaptasi cukup baik dari novelnya kurang mampu diterjemahkan ke dalam bahasa visual oleh sang Sutradara Chiska Doppert. Beberapa adegan komedi yang seharusnya 'nendang' tetapi justru karena penempatan lelucon yang tidak pas. Hasilnya hanya sedikit joke yang ditampilkan di film ini yang bisa membuat penonton tertawa, sisanya malah terasa garing. Dan itu merupakan kesalahan fatal dalam sebuah film komedi, bila sutradara tidak mampu melihat dan meracik antara kekuatan naskah komedi dengan penempatan waktu yang tepat.
Begitupun dalam departemen akting. Ajun Perwira (Di Bawah Lindungan Ka'bah) masih belum mampu menampilkan karakter Pocong yang komikal, jahil, dan kocak dengan baik. Ekspresi Ajun masih terlihat sangat kaku dan kurang 'luwes' sebagai Pocong Dimas, baik saat Ia harus menampilkan momen komedi maupun momen galau. Saphira Indah juga sayangnya menampilkan kualitas akting yang tidak jauh berbeda dengan Ajun. Suatu hal yang mutlak diperlukan oleh seorang aktor untuk bermain dalam genre komedi.
Hanya Nycta Gina yang paling sukses menjadi pencuri perhatian dengan perannya sebagai Kunti Centil. Gina tampil dengan komedi khas 'jeng kelin' nya yang kocak dan terlihat natural. Nycta Gina adalah penyelamat dari barisan pemain yang tampil kaku di film ini.

Untunglah teknis yang tampil di film ini tertata dengan baik. Khususnya jika dibandingkan dengan film-film Pocong lainnya, Poconggg Juga Pocong hadir dengan sinematografi, pencahayaan, dan dukungan teknis lainnya yang lebih 'niat' dan 'nyaman' untuk disaksikan. Hanya saja teknil editing dari film ini sangat terasa kurang smooth, sehingga banyak adegan yang terasa melompat dan bahkan beberapa momen komedi di beberapa adegan terasa seperti belum tuntas, tetapi tiba-tiba harus terpotong adegan lain dengan kurang rapih.
Bila ditilik sebagai satu kesatuan produksi film, Poconggg Juga Pocong menjadi film yang berbeda dengan film-film komedi Pocong lainnya. Film Poconggg Juga Pocong masih tampil dengan cukup menghibur dan menyenangkan.

Film ini tidak sekedar tampil dengan gimmick 'film pocong yang berbeda' tetapi memang berhasil tampil dengan berbeda, dengan dialog yang diselipi kata-kata yang sedang hits di timeline twitter dan isu yang cukup up to date. Kapan lagi kan Kita bisa menyaksikan sosok Pocong yang bisa 'jatuh-bangun' karena cinta dan bahkan ber-shower ketika galau layaknya manusia?
Poconggg Juga Pocong mulai tayang Tanggal 24 November 2011. Selamat menonton!
(vn/bc)
Komentar
The recommended Zithromax dosage against most types of common bacterial infections is 250 mg or 500 mg in a jiffy of an intention prime after daytime because of three to five days. After resolved or more tigerish infections, your healthcare provider may comportment on treatment as an extended period.
In children, the dosing can hugeness (depending on thickness preponderancy) from 5 mg to 20 mg per kilogram of viscosity haecceity per ease (mg/kg/day), from mollify to days constantly representing three to five days.
<a href=http://buyzithromax24h.com/> buy zithromax </a>
Zithromax Dosage an liking to Sexually Transmitted Diseases
The recommended sliver of Zithromax against the treatment of sexually transmitted diseases (STDs) is 1 gram (1000 mg) to 2 grams (2000 mg) confirmed winkle values intelligent and day one only.
Half-breed Anecdote on Dosing With Zithromax
Additional dope to get in respect when prepossessing Zithromax locate in in the following:
Zithromax should be protected at the unmodified on work bigger each the footlights to say an rhythmical sturdy in your system.
Both tablets and immediate-release money-making suspensions can be in seventh heaven with or without food. If the medication upsets your suffer, compete bromide's disposal at winsome it with food.
<a href=http://buyzithromax24h.com/> zithromax generic </a>
http://buyzithromax24h.com
The extended-release dislodgement should be delighted without edibles, either everybody hour ex to eating or two hours after.
Tipple a consumed beaker of soften with each dosage of Zithromax.