Copyright © 2002 - 2013 PT. BOLEH NET INDONESIA.
The Muppets
Tayangan tentang sekumpulan boneka tangan kreasi Jim Henson, The Muppets, pernah berjaya di televisi pada dekade 60-80'an.
The Muppets yang menampilkan karakter sejumlah hewan tersebut, kemudian mempopulerkan nama-nama seperti Kermit The Frog, Miss Piggy, The Animal, Fozzie Bear, Gonzo The Great, Rowfl The Dog, Camilla The Chickens hingga grup band Dr. Teeth and the Electric Mayhem.
Orang-orang yang tumbuh dari dekade tersebut pasti mengenal The Muppets yang juga sempat ditayangkan di salah satu televisi nasional. Sementara generasi yang lahir pada pertengahan dekade 80'an hingga 90'an, mungkin tidak terlalu mengenal.
Karena di dekade 90'an, ketenaran The Muppets sudah tergeser dengan tayangan animasi, baik dari Amerika Serikat seperti The Simpsons dan South Park, hingga ke tayangan animasi produksi Jepang, seperti Doraemon dan Chibi Maruko Chan.
The Muppets pun dianggap usang dan ketinggalan zaman, seiring dengan pergeseran selera humor dan teknologi. Boneka tangan seperti The Muppets pun ditinggalkan.
Namun, Disney sebagai salah satu produsen tayangan anak-anak, masih menganggap The Muppets sebagai materi potensial untuk disajikan ulang di tahun 2011. Tentunya dengan banyaknya pesaing film animasi anak-anak berformat 3 dimensi, harus ada suatu penyesuaian baik dalam isu ataupun tampilan teknologi.
Dan The Muppets versi tahun 2011 pun melakukannya tanpa meninggalkan inti tayangannya sendiri.

The Muppets berkisah tentang seseorang ( sebuah) yang terlahir dalam wujud Muppet berwarna kuning, Walter. Dia tumbuh bersama saudaranya, pria normal bernama Gary ( Jason Segel-Forgetting Sarah Marshall) di sebuah kota bernama Smalltown.
Lambat laun Walter menemukan fakta bahwa dia berbeda dari anak-anak lainnya. Dia tidak bertumbuh layaknya anak normal. Dia pun sering dicemooh dan diejek. Namun, Gary tetap setia mendukungnya. Sampai suatu ketika, Walter menonton tayangan The Muppets di televisi dan ia pun merasa memiliki koneksi dengan mereka. The Muppets pun segera menjadi idola Walter.
Sementara Gary layaknya manusia normal, memiliki seorang kekasih yang guru taman kanak-kanak, Mary ( Amy Adams – Enchanted). Untuk merayakan hari jadi hubungan mereka ke 10 tahun, Gary pun mengajak Mary ke Los Angeles. Walter tidak lupa diajak. Gary pun mengajak mereka ke teater The Muppets, tempat impian Walter.
Tapi keadaan telah berubah. The Muppets Shows bukan lagi tayangan yang diminati, sehingga teater The Muppets terbengkalai dan anggotanya tercerai berai.
Gedung pertunjukan The Muppets kemudian dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Tex Richman ( Chris Cooper) dan akan didirikan museum The Muppets. Dalam suatu kesempatan, Walter mencuri dengar rencana Richman yang ingin menghancurkan Teater The Muppets karena di bawah lokasi tempat itu disinyalir memiliki kandungan minyak bumi dalam jumlah besar.

Walter yang panik, kemudian berusaha menyelamatkan teater yang dikaguminya itu. Bersama Gary dan Mary, Walter berupaya mengumpulkan satu demi satu anggota The Muppets yang tercerai berai.
Kermit The Frog adalah yang pertama mereka temui di sebuah mansion di kawasan Bell Air. Kermit berhasil diyakinkan bahwa satu-satunya cara untuk meyelamatkan The Muppets adalah menyatukan seluruh anggota dan membuat pertunjukan.
Karakter Fozzie Bear, kini menjadi seorang penyanyi klub bersama grup band barunya, The Moopets ( salah satu anggotanya adalah Dave Grohl dari kelompok Foo Fighter!). Sementara Gonzo The Great menjadi pengusaha pipa yang sukses.
The Animal ditemukan tengah menjalani terapi untuk mengontrol emosi bersama aktor Jack Black. Sedangkan Miss Piggy, cinta lama Kermit, menjadi editor majalah ternama Vogue di Paris.
Bersama-sama mereka kemudian berupaya membuat pertunjukkan reuni, serta mengumpulkan dana 10 juta dolar untuk menyelamatkan gedung pertunjukan The Muppets.

The Muppets Adalah Film Musikal Yang Ditampilkan Secara Manis Dan Sederhana Namun Menyentuh
Film layar lebar kesekian dari The Muppets ( setelah pertama kali tahun 1979 ) ini naskahnya ditulis oleh Jason Segel dan Nicholas Stoller ( Get Him To The Greek, Yes Man), serta disutradarai oleh James Bobin ( Da Ali G Show).
Di tangan mereka yang akrab dengan nuansa komedia, The Muppets tahun 2011 tersebut tampil manis, kocak, naïf sekaligus menyentuh.
Masing-masing karakter The Muppets tampil dengan ciri khas mereka masing-masing dan itu semua berpeluang dijadikan bahan lelucon yang segar.
Miss Piggy tetap ditampilkan dengan sifatnya yang belagu dan sok diva. Kermit juga tampil seperti aslinya, lugu dan bersifat positif. Sementara, The Animal digambarkan maniak terhadap kata "drum". Wujud kerinduannya menabuh drum selama bertahun-tahun.
Semuanya mendapat porsi yang sama besar. Dan harus diakui naskah yang digarap Segel dan Stoller cerdas mengangkat unsur komedi dan drama.
Plot cerita memang sangat sederhana. Seperti Burlesque ( Christina Aguilera dan Cher), plot utama memang bertumpu pada usaha The Muppets menyelamatkan gedung pertunjukan. Namun, tentu saja The Muppets adalah tayangan yang "bersih" dan sopan.
Namun, kesederhanaan plot cerita tertutupi oleh penampilan para bintang The Muppets yang ikonik dan tentu saja Jason Segel dan Amy Adams. Mereka tampil berpadu dan hadir dalam aura yang menyenangkan.
Dialog-dialog dibikin dalam rima, layaknya film-film musikal era Sound of Music. Contohnya, nama Gary dan Mary. Dialog-dialog bernuansa komedi mengalir dengan pas membentuk atmosfer yang ceria dan menyenangkan.
The Muppets juga "menyentil" industri hiburan saat ini. Seperti ketika karakter Veronica ( Rashida Jones), seorang direktur program televisi, yang memaparkan bahwa program yang sedang digemari saat ini adalah program yang melecehkan guru.
" In this market you guys are no longer relevant, " ujar Veronika sembari menunjukkan angka-angka statistik rating televisi.

Hal itu seolah kritik terhadap tayangan anak-anak yang saat ini semakin vulgar dan sebenarnya tidak cocok untuk anak-anak.
The Muppets juga menampilkan drama. Drama saat Kermit mengenang masa-masa kejayaan mereka, atau saat Kermit menghadapi masalah cinta dengan Miss Piggy, juga saat Mary merasa diabaikan oleh Gary.
Musik dan warna-warna ceria mendominasi The Muppets. Christophe Beck ( Crazy Stupid Love, The Hangover Part II) menghiasi The Muppets dengan lagu berlirik sederhana namun menyentuh.
Lagu-lagu seperti Life's A Happy Song, Are You A Man or A Muppet?, hingga lagu "wajib" seperti Rainbow Connection, The Muppets How Theme dan Mah Na Mah Na disajikan dengan ceria. Lalu ada juga parodi lagu Smells Like Teen Spirit ( Nirvana) dan Forget You ( Cee Lo Green) yang membuat penonton terbahak-bahak.
Sementara sinematografi yang diarahkan Don Burgess ( Spiderman, Forrest Gump), menampilkan warna-warna ceria bak film warna era 60'an. Mengentalkan romansa pada era kejayaan film musikal Hollywood.
Menambah daya tarik adalah cameo artis terkenal, seperti Whoopi Goldberg, Jack Black, Dave Grohl, Neil Patrick Harris, Emily Blunt, Rachel Ray hingga bintang Disney, Selena Gomes.

The Muppets Tontonan Untuk Seluruh Keluarga Yang Segar dan Membuat Jatuh Cinta
The Muppets membuat Penulis diajak ke masa kanak-kanak. Teringat masa kecil, saat itu Penulis adalah salah satu orang yang enggan menyaksikan The Muppets karena lebih memilih animasi Jepang yang mulai marak di televisi Indonesia.
Namun ketika melihat The Muppets, Penulis merasakan dunia anak-anak yang ceria dan sopan, sesuatu yang amat jarang ditemukan dalam tayangan anak-anak saat ini yang sarat kekerasan, lelucon yang terkadang melecehkan orang tua dan kandungan seksual terselubung.
The Muppets mengajarkan perjuangan sebuah tayangan yang bersikukuh dengan idealisme mereka untuk kembali menyebarkan energi positif kepada anak-anak dan keluarga. Cerita yang sederhana justru membuat Penulis tersentuh. Suatu emosi yang terakhir kali dirasakan ketika menonton Toy Story 3 dan Up.
Bukan Penulis sendiri yang merasakan, Karena ketika melirik kursi di kanan- kiri, beberapa penonton dewasa terlihat mengusap air mata haru di beberapa adegan.
Hingga terbersit pertanyaan, mengapa film dengan konten positif dan bisa disaksikan semua umur ini tidak begitu sukses di pasaran ( The Muppets meraih 101 juta dolar lebih memang. Tapi seharusnya film ini bisa meraup lebih banyak).
Menonton The Muppets akan membawa suatu kesegaran di tengah sajian film-film dengan kekerasan berlimpah dan mungkin beberapa lagu akan terngiang terus di otak Anda. Seperti lagu tema Mahna Mah Na dan Life's A Happy Song yang membuat Penulis makin jatuh hati dengan Kermit dan kawan-kawan.
Penilaian 4/5
(tz/bc)