Preview Film

The Sorcerer's Apprentice

The Sorcerer's Apprentice

Tiga orang besar dalam dunia perfilman Hollywood begitu semangat mengerjakan film yang berkisah tentang dunia sihir. Mereka adalah produser Jerry Bruckheimer, sutradara Jon Turteltaub serta `si petualang` Nicholas Cage. Ketiganya sangat mengidamkan membuat film yang terdapat unsur magis. Hal itu akhirnya mereka wujudkan dalam sebuah proyek film produski Walt Disney, The Sorcerer`s Apprentice.

The Sorcerer`s Apprentice bercerita tentang seorang tukang sihir sakti dengan murid `instannya` yang harus bekerja sama melawan tenaga sihir jahat dari sebuah konflik antar penyihir kuno di zaman modern kota Manhattan saat ini.

Balthazar Blake (Nicholas Cage) adalah seorang ahli sihir yang tinggal di Manhattan. Balthazar harus mempertahankan kota Manhattan dari gempuran kekuatan sihir kuno – yang datang dari seteru abadinya di masa lalu, Maxim Horvarth (Alfred Moilna).

Namun Balthazar kesulitan menghadapinya seorang diri. Alhasil ia merekrut anak muda Dave Stutler (Jay Baruchel) yang diyakininya memiliki bakat terpendam. Balthazar melatih secara kilat mengenai ilmu dan seni sihir. Mereka berdua harus bekerjasama melawan kekuatan paling kejam sepanjang masa. Apalagi di saat yang sama Horvarth terus berusaha menguasai dunia lewat ilmu sihir hitamnya dengan  bantuan dari anak didiknya, Dark Stone (Toby Kebbell).

Waktu bagi mereka untuk menyelamatkan Manhattan pun tidak terlampau banyak, padahal di saat yang sama, Dave tengah berusaha mendapatkan cintanya dari seorang gadis bernama Becky (Teresa Palmer) sebelum kota mereka hancur lewat peperangan ilmu sihir.

Cerita juga semakin seru saat seorang penyihir sakti lainnya, Veronica (Monica Bellucci) yang juga kekasih lama Balthazar turut terlibat dalam peperangan.

Kekuatan Klasik

The Sorcerer`s Apprentice dikembangkan dari sebuah kekuatan klasik Disney. Adalah sebuah segmen atau penggalan cerita dalam film animasi klasik Disney, Fantasia. Di film tersebut, Mickey Mouse berperan sebagai seorang murid penyihir yang mencoba menyihir sebuah sapu menjadi hidup dan kemudian membuat kekacauan di rumah penyihir. Segemen inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal kesuksesan dunia animasi Walt Disney. Dan Fantasia disebut sebagai film `Legendaris` Walt Disney.

Jauh sebelum itu, kisah Mickey tersebut terinspirasi dari puisi karya Johann Wolfgang von Goethe berjudul Der Zauberlehrling pada tahun 1797. Puisi dengan susunan 14 bait ini bercerita tentang murid penyihir yang dengan pengetahuan sihirnya menyihir sebuah sapu tua dan memberinya tangan untuk mengangkut ember berisi air.

Sang murid memerintahkan hasil sihirannya membawa air ke dalam bak mandi tanpa tahu bagaimana cara menghentikannya yang akhirnya membuat rumahnya banjir. Sang penyihir kemudian mengetahui hal ini dan memerintahkan sapu untuk kembali ke tempatnya.

Dari sinilah semua ide The Sorcerer`s Apprentice bermula, hanya dari sebuah penggalan adegan yang kemudian mengalir dalam dunia imajinasi Matt Lopez, Lawrence Konner dan Mark Rosenthal sebagai penulis skenario.

`Saya selalu suka cerita yang memiliki unsur magis, dan `The Apprentice Scorcere`s adalah salah satu cerita magis besar sepanjang masa. Kami pikir akan sangat menarik untuk mengembangkan inti dari konsep yang menjadi cerita baru untuk dimasukkan dalam dunia modern seperti saat ini,` tutur produser Blockbuster, Jerry Bruckheimer.

Hal ini juga diamini segenap pendukung film. Salah satunya Nicholas Cage yang mengatakan seluruh pemain utama di film ini adalah fans dari kisah klasih Walt Disney tersebut.`Bagi saya ini (Fantasia) adalah film paling indah yang pernah dibuat. `Fantasia` mungkin film pertama dimana orang tua saya mengajak saya ke bioskop,` ujarnya.

Kekuatan klasik lainnya juga timbul dari ikatan antara Jon Turteltaub dan Nicholas Cage. Keduanya telah bersama-sama sejak mereka duduk di bangku SMA. Pemahaman antar keduanya dinilai akan memberikan sesuatu yang besar bagi film ini.`Jon benar-benar sutradara sempurna untuk membawa film ini ke dalam kehidupan,` kata Bruckheimer.

Lalu dimana kekuatan modern dari film ini ? Tentunya saat Jon Turteltaub menampilkan efek-efek canggihnya dari sejumlah jagoan-jagoan CGI Hollywood yang menyulap kota New York yang notabene dikenal dengan industri bisnis dan tingkat kesibukan yang tinggi.

`Kami tidak mencoba mengubah tampilan kota, tapi kita mempertahankan kemudian mencampurnya dengan visi ajaib kita sendiri. Perpaduan antara cahaya dan gelap hampir ada di setiap shot, dan kami menggunakan tekhnologi terbaru dan paling kreatif untuk memberikan tontonan segar,` ujar Director of Photography Bojan Bazelli.

Selain Bazelli, The Scorcerer`s Apprentice juga didukung oleh sejumlah ahli lainnya seperti Production Designer Naomi Shohan, Custom Designer Michael Kaplan, Visual Effect Supervisor John Nelson serta Action Koordinator George Marshall Ruge.

Tentang Aksi
Adegan pembuka The Sorcererer`s Apprentice dijanjikan akan memberikan aksi yang memukau. Tentunya duel sihir spektakuler antara Balthazar Blake dan Maxim Horvarth di Cabana Arcana. Keduanya saling melemparkan mantra yang membuat benda-benda di sekitarnya hidup.

Adegan ini merupakan flash back saat Dave kala itu masih berusia 10 tahun. Disana ia diberikan sebuah cincin naga oleh Balthazar, dan dia diberitahu bahwa dia akan menjadi penyihir yang sangat penting untuk dirinya sendiri. Ia kemudian menyaksikan pertempuran antara Balthazar dan Horvarth yang 10 tahun kemudian, keduanya masuk kembali ke kehidupan Dave.

Hal lainnya adalah aksi yang menjadi langganan Jerry Buckheimer. Seperti yang ada dalam film National Tressure, Bruckheimer juga meminta Jon memasukkan adegan kejar-kejaran mobil.`Kami tidak hanya ingin menampilan kejar-kejaran mobil, tapi lebih menarik dariapda yang Jon arahkan pada National Treasure: Book od Secrets,` kata Bruckheimer. `Semuanya mengambil suara yang lebih magis dari suara yang biasa terdengar dalam adegan kejar-kejaran mobil biasa,` timpal Cage.

Pilihan mobil untuk adegan tersebut adlah Rolls-Royce Phantom tahun 1935. mobil ini dipilih karena lagi-lagi memiliki nilai klasik yang tinggi. Mobil ini menjadi sangat klasik karena di tahunnya tersebut diprodksi secara terbatas. Waktu itu mobil jenis ini hanya dibuat sekitar 2000 buah, dengan model coupe-nya hanya 19 buah.

Pucaknya, adegan aksi The Scorcerer`s Apprentice terjadi di Bowling Green, sebuah taman bersejarah di Manhattan. Tempat ini dipilih untuk menjadi tempat adegan pamungkas peperangan antara Balthazar Blake dan Dave Stutler dengan Morganian Mawim Horvarth. Dalam duel ini akan melibatkan mantra-mantra dan kebakaran besar seta tidak ketinggalan membangkitkan Patung Bull menjadi hidup.

`Sekali lagi, ikon kota New York menjadi pilihan sebagai pertempuran puncak. Secara harfiah, Bowling Green adalah taman pertama yang diciptakan Amerika Serikat. Ini adalah lingkungan penghijauan di Manhattan, yang dikelilingi oleh gedung pencakar langit dan lokasi yang sangat dramatis untuk pertempuran penyihir ini,` ujar Bruckheimer lagi.

Lalu bagaimana dengan adegan klasik yang menjadi awal cerita film ini? Kisah yang terdapat di Fantasia tersebut coba diadaptasi dengan cerita Dave yang mengajak kencan Becky di sebuah laboratorium bawah tanah. Disana Dave melanggar aturan pertama sihir, yakni hanya boleh digunakan untuk kebaikan.

Dalam upaya untuk cepat merapihkan laboratorium, Dave memanipulasi pel, sapu, ember dan bahkan spons untuk melakukan tugas-tugasnya untuk dia, yang tentunya dengan hasil akhir yang buruk.

`Fantasia adalah salah satu karya terbesar dari animasi Disney, jadi kami harus sangat berhati-hati menyesuaikan cerita ini. Kami tidak ingin merusak keajaiban, tapi menciptakan keajaiban baru sebagaui penghormatan penuh kasih dengan aslinya,` ucap Bruckheimer lagi.

Dengan semua dukungan pemain seperti Teresa Palmer, Monica Bellucci, Toby Kebbell dan Omar Benson Miller, The Sorcerer`s Apprentice akan mulai tayang di Indonesia pada 21 Juli mendatang.