Geliat Snapchat di tengah serangan Facebook

155

Facebook adalah raksasa yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Perusahaan jejaring sosial ini senilai $340 miliar! Hanya Google, Amazon dan Apple yang bisa bersanding di panggung yang sama dengan Facebook.

Tapi Facebook tak mau berhenti di situ. Bahkan perusahaan yang jauh lebih kecil dari merekapun, dianggap sebagai pesaing besar. Salah satu sasaran Facebook adalah Snapchat. Padahal kemunculan Snapchat sendiri adalah sesuatu yang “aneh”, aplikasi berbagi yang tidak perlu repot save foto/video yang hanya bertahan sehari saja serta jumlah pengguna jauh dari WhatsApp yang 1.2 miliar pengguna.

Pada 2012, Mark Zuckerberg mengirimkan email ke pendiri Snapchat, Evan Spiegel, untuk ngobrol di markas Facebook di San Fransisco.

Kemunculan Snapchat sendiri adalah sesuatu yang “aneh”, aplikasi berbagi yang tidak perlu repot save foto/video yang hanya bertahan sehari saja.

Pemuda biliuner drop out Harvard tersebut menawarkan membeli Snapchat seharga $3 miliar. Namun tak sempat terjalin perjanjian apapun. Maka sesudahnya Facebook berusaha menyaingi Snapchat.

Pertama-tama Facebook membuat aplikasi seperti Snapchat bernama Poke. Lalu dengan Bolt pada 2014. Sayangnya keduanya gagal. Namun ini tidak membuat Mark Zuckerberg kapok.

Pada 2 Agustus lalu Instagram merilis Stories, fitur yang mirip dan ada di Snapchat yang mana gambar dan video singkat hilang dalam 24 jam. Hal ini membuat pengguna Snapchat menurun drastis.

Firma App Annie bahkan mencatat penurunan drastis download Snapchat setelah Instagram Stories rilis. Snapchat terpuruk ke posisi 11 setelah tiga besar pada awal 2016 walau kemudian naik lagi.

 

Sejak Stories di Instagram rilis, jumlah pengguna Instagram bertambah 50 juta. Pada kuartal pertama 2016, Snapchat punya 122 juta pengguna aktif dan puncaknya pada kuartal kedua, 143 juta. Tapi ketika Instagram Stories rilis maka pertumbuhan Snapchat menciut, dari 17% di kuartal sebelumnya, menjadi hanya 7% di kuartal ketiga. Kuartal keempat lebih menyedihkan, hanya tumbuh 3.2% dengan 158 juta pengguna.

Baca juga Bagaimana cara menggunakan WhatsApp status?

Akhir tahun 2016 Facebook semakin ganas mencoba melahap Snapchat dengan membeli perusahaan startup yang bertujuan untuk identifikasi wajah lewat kamera smartphone. Tentunya ini untuk menyaingi “jualan” Snapchat, yakni pengenalan wajah dan filter yang lucu.

Perusahaan yang bernama FacioMetrics ini mengkhususkan diri dalam algoritma agar smartphone menganalisa wajah melalui frame kamera. Facebook berharap perusahaan ini bisa memberikan banyak kontribusi bagi mereka yang senang memberikan efek lucu pada foto dan video.

Seolah tak cukup dengan menghadirkan Instagram Stories, akhir tahun lalu Facebook juga mencoba Messenger Day di Polandia, ini sejenis berbagi foto dan video yang sudah bisa difilter dan ditambah emoji atau doodle. Messenger Day baru uji coba dan diarahkan ke negara-negara di mana Snapchat tidak kokoh pondasinya.

Memang dari segi pengguna, Snapchat belum sebanyak Facebook, apalagi Instagram yang sudah 600 juta pengguna, tapi bukan berarti tidak dianggap sebagai ancaman oleh Facebook.

Di tengah rilisnya Instagram stories, lalu fitur live yang mudah digunakan sehingga pesona Snapchat dianggap memudar, Snap. Inc, perusahaan Snapchat tetap maju untuk melantai di bursa saham New York.

Walau tergerus serangan Facebook (dan Instagram serta WhatsApp yang juga dimiliki Facebook), Snapchat masih menangguk untung $350 juta tahun lalu dengan target tahun ini $1 miliar.

Salah satu jurus Snapchat menggeliat di tengah serangan Facebook adalah menjual kacamata Spectacles yang tahun lalu hanya rilis terbatas dan kini bebas dibeli, serta menjual spot khusus media premium di Snap storiesnya.

Snapchat masih menangguk untung $350 juta tahun lalu dengan target tahun ini $1 miliar.

Selain itu Snapchat masih diuntungkan kesetiaan pengguna berbagi video dan foto tanpa perlu merasa “tertekan” mendapatkan like. Snapchat ingin menjadi Instagram yang memikat, sementara Instagram ingin menjadi Snapchat yang bisa mendapat fans anak muda. Siapa yang duluan meraup untung? Masih kita nanti.

Kedepannya masalah masih menghadang Snapchat, yakni menurunnya pengguna Android karena kinerja aplikasi tersebut tidak optimal. Hal ini menyebabkan pada semester II 2016 Snapchat hanya punya enam juta pengguna aktif baru antara Juli dan September.

Baca juga Facebook Messenger bisa untuk kirim uang!

Padahal tiga bulan sebelumnya Snapchat mendapatkan 18 juta pengguna baru, belum lagi kini WhatsApp punya fitur layaknya Stories di Instagram. Akankah Snapchat masih mempesona apalagi sedang dalam masa merebut hati investor? Seberkas cahaya cerah datang dari firma finansial Goldman Sachs yang menyebutkan pada 2018 nanti keuntungan Snapchat bisa sampai $2 miliar dan penggunanya naik 40% sampai  221 juta.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here